FF BLACK PIANIST 3 | KYUMIN | YAOI | END

5

Title : Black Pianist   Cast KYUMIN   Disclaimer Semua makhluk milik ALLAH SWT Warning Ejaan Yang kurang Disempurnakan. YAOI. Typo(s). Don’t Like Don’t Read Genre : Romance. Rating   : T   Summary : “White and Black Grand Piano.” A/N: … Baca lebih lanjut

Beautiful Rock Prince | KYUMIN | Yaoi | Chapter 1

sungmin

Title : Beautiful Rock Prince   Cast KYUMIN   Disclaimer Semua makhluk milik ALLAH SWT Warning Ejaan Yang kurang Disempurnakan. YAOI. Typo(s). Don’t Like Don’t Read Genre : Romance. Rating : T   Summary : “Keputusan salah saat kau memilih … Baca lebih lanjut

Polling Group KPOP 2013 terdahsyat adalah ???


FF BLACK PIANIST 1 | KYUMIN | YAOI

487410_487459891302556_830788244_n

Title : Black Pianist Cast KYUMIN Disclaimer Semua makhluk milik ALLAH SWT Warning Ejaan Yang kurang Disempurnakan. YAOI. Typo(s). Don’t Like Don’t Read Genre : Romance. Rating : T Summary : “White and Black Grand Piano.” A/N: [REMAKE] from : … Baca lebih lanjut

FF No Kiss Kiss Kiss 1 | KYUMIN | YAOI

285872152

Title : No Kiss Kiss Kiss !     Cast KYUMIN and another hidden couple. Disclaimer The God. Themselves. They Parent’s. Elf. SMEntertainment. Warning Ejaan Yang kurang Disempurnakan (EYkD). YAOI. BL. MalexMale. Don’t Like Don’t Read my Fic. Okay? Genre … Baca lebih lanjut

FF Lovey Dovey 3 | YUNJAE | YAOI


Lovey Dovey ch.2

“Eunghhhh, shhhhh~” Nana masih saja asyik dengan permainan Jaejoong itu.

Tangan kiri Jaejoong mulai merayap ke punggung yeojanya. Mencoba menyingkap kemeja ketat itu. Memasukkan tangannya dan mencoba merasakan kulit halusnya. Terus meraba hingga ke bagian atas dan menemukan tali bra yeoja itu. Jaejoong terus memperdalam ciumannya disamping Ia mencoba membuka tali pengait bra itu. Ingin sekali Ia merasakan dua gundukan putih seksi itu.

Cpott.

Dan voila! Pengait bra itu lepas dan langsung mencuatkan payudarah putih nan montok itu. Jaejoong hanya tertawa dalam hati. Matanya melirik sedikit ke bawah. Menikmati pemandangan isi dari bra itu. ‘Big Boobs’ pikirnya.

Kedua tanggan merayap bergerak naik dengan mengelus setiap inchi kulit itu dengan seduktive. Dari paha mulus itu. Kemudian sedikit mengelus butt yang sudah terekspose sempurna itu, menapikan underware nya yang berwarna pink. Kedua tangannya kemudian mengelus punggung yeoja itu, membuat sensasi menggelitik yang aneh bagi Nana. Tangannya terus naik sampai bahu Nana. Mecoba melorotkan bra itu. Tapi,

Cklekk

“OMO!” pintu tiba-tiba terbuka dan menampilkan sosok namja culun dengan wajah yang terkejut.

Title : Lovey Dovey Yunjae

Cast

YUNJAE

and another hidden couple.

Disclaimer

Yunho milik Jaejoong. Jaejoong milik Yunho.

Warning

Ejaan Yang kurang Disempurnakan (EYkD). YAOI. BL. MalexMale. Typo(s).

Don’t Like Don’t Read my Fic. Okay?

Genre : Romance, Drama, GaJe.

Rating : T/T+

Summary :

Sang Perfectsionist harus mengakui ‘kehebatan’ sang Nerd Boy.

Apakah sang Flower Boy akan mengakuinya? | “Masih belum mengakuinya, Jae?” . “Lupakan!” | YUNJAE YAOI

Bagaimana kisah selengkapnya?

Check this out! Enjoy🙂

\(0.0\) YUNJAE (/ . )/

“OMO!” pintu tiba-tiba terbuka dan menampilkan sosok namja culun dengan wajah yang terkejut.

Plop~

Jaejoong melepaskan ciumannya dengan kasar. Ia benar-benar tak suka kegiatannya di ganggu. Sedangkan Nana? Ia gelagapan membenarkan pakaiannya yang sudah tak karuan karena ulah Jaejoong. Ia melompat turun dari meja dan bersembunyi dibalik badan Jaejoong.

Jaejoong bertambah kesal saat Ia tahu bahwa yang menginterupsi kegiatannya adalah rivalnya, Yunho. Ia memandang Yunho tajam. Membuat orang yang dipandangnya itu sedikit bergetar karena takut.

“Nana, keluarlah!” perintah Jaejoong mutlak. Ia masih saja memandang tajam namja culun itu. Semakin membuat Yunho menundukkan kepalanya.

“Tapi, Oppaaa~” Nana mencoba menrengek.

“Keluar kubilang!” Nana keluar dengan wajah sebal setelah mendapat bentakan dan tatapan tajam dari Jaejoong. Ia memandang Yunho tak suka.

“Ish, dasar pengganggu!” Nana mendesis sebal saat didekat Yunho. Kemudian melangkahkan kakinya keluar dengan wajah merah karena marah.

Keadaan hening untuk beberapa menit kedepan setelah adegan Nana berjalan keluar dengan tampang marah. Jaejoong masih saja memandang Jung Yunho yang berdiri jauh darinya itu dengan tatapan tajam. Sedangkan Yunho yang masih shock hanya bisa menundukka wajahnya. Tak berani memandang wajah garang Jaejoong.

Entah setan apa yang kini menghinggapi otak sang flower boy ini. Ingin sekali rasanya sedikit memberi pelajaran pada namja cupu ini dan membuatnya sedikit jera. Mungkin sedikit bisa membantu menyalurkan kekesalannya karena kejadian ini dan tig hari lalu di kantin.

Jaejoong mulai mendekati Yunho. Dengan langkah pelan Ia menggerakkan kaki-kaki mungil itu. Dengan jarak kurang dari satu meter ini Jaejoong berdiri. Masih menatap tajam manik hitam didepannya itu. Seringai tipis mulai terkembang di bibir cherry menggoda itu.

“Mi-mian-hae.. A-aku tak se-sengaja.” Yunho membuka suaranya yang terdengar seperti cicitan tikus itu dengan sedikit bergetar. Tentu Ia masih saja shock dengan adegan french kiss ditambah rape-rape-ria tadi.

“Ck, Jung Yunho. Kau berani menggangguku, eoh?” Jaejoong mendekatkan wajahnya ke telinga Yunho dan mengeluarkan suaranya dengan cara seduktive. Membuat siempunya telinga menegang karena desahan tersebut.

“Mi-mianhae, J-jae. A-aku be-benar benar tak s-senga-ja.” Yunho masih mencoba memberanikan dirinya untuk berkata. Berada dalam jarak yang begitu dekat dengan Jaejoong seperti ini memang sedikit membuatnya menegang. Bagaimana tidak?

Hei! Lihatlah bibir penuh berwarna merah cherry itu. Bibir itu terlihat merah merona dan juga bengkak karena aktivitasnya tadi. Satu kancing teratasnya juga terbuka. Terlihat juga peluh yang menetes di pelipisnya, menambah kesan hot baginya. Apalagi mata doe itu saat mengerjap pelan, seakan minta diperkosa saja. Hei, Yunho juga seorang namja. Secupu apapun dia, yang nama nya namja pasti akan terangsang bila melihat wajah ini.

“Ck, tak sengaja kau bilang? Atau kau memang mau mengintipku?” Jaejoong mendelik kesal dengan jawaban tak bermutu milik Yunho. Tak sengaja dia bilang? Ck,

Jaejoong menarik kerah kemeja Yunho untuk mendekat ke wajahnya. Memperhatikan lekat-lekat lekuk wajah culun milik namja didepannya itu.

‘Seperti inikah mereka sebut sebagai rivalku? Apa tidak salah? Hei lihatlah namja ini. Dia sangat-sangat cupu. Bahkan pesonanya tak bisa mengalahkan para pelacur kecil-ku. Ck, dasar cupu~ lihat saja nanti.’

“Lupakan.”

Jaejoong menghempaskan tubuh menjauhinya. Tiba-tiba merasa tak mood untuk mengerjai namja culun ini karena ingat omongan siswi-siswi yang membandingkannya dengan Yunho. Membuatnya muak saja.

Jaejoong kemudian merapikan kemejanya yang sedikit berantakan sebelum akhirnya melangkah keluar meninggalkan Yunho yang masih saja diam, memikirkan sesuatu dalam hatinya.

‘Ck, Kim Jaejoong. Kau~’

“Omo! Changmin! Matilah kau Jung Yunho ditangan monster makanan itu~”

.

Sebuah mobil Audi hitam berhenti di depan sebuah rumah yang cukup megah. Rumah dengan gaya klasik nuansa eropa yang sangat kental. Di dominasi warna gold yang mewah dan warna putih yang bersih. Membuat perpaduan warna yang unik bila kedua warna itu disandingkan.

Seorang namja jangkung langsung turun dan berjalan menuju sebuah pintu. Sebuah pintu yang sangat lebar dan terbuat dari kayu yang penuh dengan ukiran-ukiran flora dan fauna yang sangat rumit. Menambah kesan mewah dan elegan dari rumah ini.

Namja jangkung itu langsung saja berlari menuju ke dapur, yang dimana terlihat seorang yeoja yang sedang sibuk dengan alat-alat dapur itu.

“Eommaaaaaaaaaaaaaaa… Changmin pulang..” Changmin -namja jangkung tadi- langsung saja memeluk yeoja separuh baya itu dari belakang. Memberikan senyum terbaiknya untuk eommanya itu.

“Waaah, Changminnie monster cute eomma sudah pulang? Hehe, manja sekali sayang.” sang eomma membalas senyum itu dengan senyum yang sangat manis juga.

Yeoja yang berstatus sebagai itu memang sudah berumur, tapi penampilannya yang modis dan berkelas ditambah dengan wajah cantik itu dipoles sempurna membuat banyak sekali namja yang tertipu dengan umurnya, karena wajah awet mudanya itu. Mrs. Jung memang sangat pandai dalam mengurus wajahnya itu.

“Hehe, ne eomma. Eomma masak apa? Aku lapaaar~ aku belum makan seharian eomma.” rengek Changmin lagi. Membuat sang eomma hanya tertawa karena ekspresi imut aegy nya ini.

“Aku pulang~” Yunho yang berjalan di belakang Changmin langsung saja mencomot roti bakar selai coklat buatan eommanya yang memang siap saji setibanya dimeja makan. Kemudian langsung saja melangkahkan kakinya menuju lantai dua, kamarnya. yang melihat kelakuan anak pertamanya itu hanya bisa menggeleng heran.

“Min chagy, bagaimana dengan sekolahmu dan Yunho?”

“Biasa saja, eomma. Tak ada yang menarik. Yunho hyung masih begitu-begitu saja. Tak ada peningkatan yang signifikan. Huh, mungkin butuh waktu sedikit lama.”

“Hihi, apa ini semua karena Yunho cupu?”

“Humm,” Changmin hanya mengangguk membenarkan pertanyaan eommanya itu.

“Arassoe. Sekarang gantilah bajumu dulu, chagi. Setelah itu kita makan bersama. Dan panggil juga Hyung mu itu, Ne?” masih saja sibuk dengan masakannya yang hampir matang itu.

“Nde. Jatahku double ya, eomma. Kekeke~ chup.” Changmin mengecup pipi kiri eommanya itu. Kemudian berlari ke kamar sambil tertawa kegelian dengan ekspresi eommanya yang Ia cium tadi.

“Changminnie.. Changminnie…”

.

Setelah keluar dari ruang serba guna itu, Jaejoong melangkahkan kakinya menuju tempat parkir. Mengendarai mobilnya menuju rumah. Ingin sekali rasanya Ia segera memeluk bantalnya dan terlelap di kasur empuknya itu.

Tapi bagaimana, Ia malah berhenti di sebuah taman kota yang dekat dengan sekolahnya. Nampak asri dengan banyaknya tanaman hijau yang menghiasi. Jaejoong mengambil langkah menuju sebuah kursi di bawah pohon maple itu. Mencoba menikmati keindahan itu sejenak. Tapi tak bisa mengelak, Ia masih saja memikirkan namja culun itu.

Jaejoong pov.

Ukh, dasar pengganggu. Dasar culun. Cupu. Tak tau diri. Huh,

eh? Kok, jadi kepikiran si Yunho culun itu sih? Pabbo Joongie.

Apa yang bagus sih darinya? Apa benar kepintarannya dapat menandingiku? Maldo andwae! Mana mungkin kepintaran dan kejeniusan seorang Kim Jaejoong dapat di kalahkan? Jinjja maldo andwae!

Tapi eumm, dari penampilannya yang cupu itu sih sedikit memungkinkan kalau dia itu kutu buku. Kalau kutu buku pasti wawasannya luas. Kalau wawasannya luas pasti dia pintar. Apa benar sepintar itukah dia?

Ish, andwaeeee!

Bisa-bisa pamorku sebagai flower boy turun dong. Ish, mana bisa seorang Kim Jaejoong sang flower boy Shinki High School kalah dengan seorang… –ehem- Nerd Boy?

Aniyaaaa…

Plukk

eh? Apa itu? Kok serasa ada yang menepuk pundakku yah? Siapa?

Jaejoong pov. End.

Author pov.

Plukk

Jaejoong yang merasa seseorang menepuk pundaknya segera menolehkan kepalanya menuju sang pelaku.

“Jangan melamun sendirian di sini Jaejoong-ah.” Jaejoong mengulas sedikit senyum saat mengetahui siapa yang tadi menyapanya.

“Ho? Kenapa Hyung disini?” tanya Jaejoong yang heran karena mengapa tiba-tiba Hyung nya ini bisa berada disini. “Hyung sendirian?”

“Aniya. Aku bersama Kibum tadi. Aku dan Kibum tadi berada di toko buku seberang jalan. Aku mengantarnya untuk membeli beberapa buku. Dan saat aku melihatmu, ya aku ikuti saja.” jelas Leeteuk dengan senyum 1000watt nya.

“Ck, anak itu.” Jaejoong mendecak heran atas kelakuan Kibum. Sebenaranya apa saja yang ada di otak dongsaenya itu? Apa sebegitu cintanyakah pada buku-buku menjemukan itu?

“Kau sedang memikirkan anak culun itu ya?” Jaejoong melongo memandang Hyungnya itu. Sungguh, tanpa ba bi bu pertanyaan itu langsung saja mengena di otak dan hatinya.

“Ho? Eump, a-aniya, Hyung. Apa yang kau bicarakan?” Jaejoong mencoba mengelak pada Leeteuk.

“Ck, jangan membodohiku, Kim Jaejoong. Jelas-jelas wajahmu aneh seperti ini. Bahkan wajah ini sudah terpasang semenjak kau ditabrak namja culun itu dikantin. Gwenchana?”

“A-ani-ya! Ti-tid.. -Aish, baiklah. Kau memang benar, Hyung. Eotteokhe?” Jaejoong mengacak surai hitam itu. Ia terlihat frustasi dengan keadaan ini. Sunnguh, Ia tak mau turun pamor begitu saja hanya gara-gara seorang namja culun saudara-saudara. Sekali lagi, NAMJA CULUN!

“Kurasa dia menyukaimu.” Ucap Leeteuk frontal.

JDERRR

Bagai disambar petir ditengah hujan yang lebat, Jaejoong seakan tak percaya dengan perkataan Leeteuk barusan. Apa? Menyukai? Nerd boy menyukai Flower boy?

“Mwooo? B-bagai-mana ka-kau tau, Hyung?”

“Hei, lihatlah sorot matanya, Jae. Sorot mata penuh kasih sayang yang hanya diberikan padamu itu. Ia bahkan tak memandang dongsaengnya dengan tatapan begitu.” Leeteuk berkata dengan wajah yang serius.

“Maldo andwae, Hyung!” Jaejoong menggeleng frustasi.

“Dan katu tau? Sudah ketiga kalinya untuk hari ini aku melihatnya mencuri pandang padamu saat kau sedang berada di kantin. Ia terus saja menatapmu walau dengan cara sembunyi-sembunyi. Dia benar-benar suka padamu, Kim Jaejoong.”

“Ck, jangan bercanda, Hyung. Mana mungkin itu terjadi?” Jaejoong masih saja belum menerima pernyataan dari Leeteuk bahwa namja culun itu menyukainya.

Hei, apa kata dunia kalau mereka tau (seandainya) seorang Kim Jaejoong punya hubungan dengan Nerd Boy macam Jung Yunho? What The Hell..

(Dunia : Cocok kok. Author: *highfive* XD)

“Aku tak sedang bercanda, Kim Jaejoong.”

“Ish, jinjja! Hyung bagaimana jika dia benar-benar akan mengalahkanku? Mati aku. Bahkan sudah banyak siswa lain yang membandingkan aku dengan si culun itu. Para seonsaengnim juga sudah membicarakannya. Eotteokhae?” racaunya sedikit panik.

“Kau semakin terkenal saja, Jae. Kau telah menjadi bahan gossip yang hangat bagi seluruh penghuni sekolah. Daebak!”

“Hyuuuuuung! Jangan bercanda. Maka dari itu, jika aku kalah darinya, maka satu sekolah akan gempar. Kim Jaejoong, seorang flower boy Shinki High School yang telah menjadi pemegang tetap juara paralel dikalahkan oleh Jung Yunho si anak baru. Shirreo!” Jaejoong berucap dengan sedikit histeris. Sungguh Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika itu benar terjadi padanya.

“Eump, apa kau takut menghadapinya?” Leeteuk mencoba menelisik.

“Mwo? T-takut? Aniya!”

“Apa sebegitu pentingnyakah status The First dalam paralel? Menjadi peringkat dua pun tak masalah, kan?”

“Hyuuuuung, kau seperti tak mengenal aku saja. Ayolah~”

“Ish, jinjja. Kim memang tak pernah berubah. Perfectsionist!” Leeteuk hanya heran dengan sifat Jaejoong yang selalu perfect dalam hal apapun itu. Baik sekolah, rumah, keluarga, dan apapun itu. Ia adalah sang flower boy perfectsionist.

Jaejoong nampak berfikir. Apa yang harus dia lakukan untuk mempertahankan statusnya sebagai The Flower Boy of Shinki High School. Jaejoong menyeringai lebar saat dirasa menemukan caranya.

“Oh ya Hyung. Katamu si culun itu menyukaiku kan?”

“Humm.” Leeteuk hanya mengangguk kemudian mengernyit heran dengan Jaejoong.

“Mungkin aku bisa memanfaatkannya? Mungkin dia mau mengalah denganku. Kekeke…” Tawa iblis kini terdengar dari bibir cherry itu.

“Mwo? Tapi.. Tapi perasaan tak bisa dipermainkan, Jae.”

“Tenanglah Hyung. Hanya sedikit memanfaatkannya saja. Setelah itu juga aku lepas.”

“Jangan sampai menyesal, Jae. Aku sudah memperingatkanmu.”

“Tenang Hyung.. Serahkan padaku..”

“Ish, terserahlah.

.

Brukk

Seorang namja yang punya senyum khas angel tengah menjatuhkan dirinya ke sofa empuk di appartment nya itu. Menyamankan badannya dengan merebahkan punggungnya ke sandaran sofa empuk itu. Ia terlihat sangat letih..

“Huahhh, capek. Cuaca hari panas sekali.” keluh Leeteuk -namja tadi-.

“Istirahatkan matamu sebentar, Bummie. Jangan membaca terus.” keluhnya lagi kepada namja yang duduk disampingnya itu.

Memang, sedari tadi di toko buku sampai sekarang, Kibum terus saja membaca buku-buku tebal yang baru saja dibelinya itu. Bahkan saat didalam mobilpun Ia terus saja membaca dan tak mengalihkan pandangannya sedikitpun. Leeteuk heran, apa Ia tak merasa pusing? Ah, molla..

“Nanti, Hyung.” jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangannya. Membuat Leeteuk hanya bisa menghela nafas merasakan kelakuan namja yang sudah dianggap sebagai dongsaengnya itu.

“Waaaaaah, Hyung sudah pulang. Aku kesepian sedari tadi Hyung. Lama sekali ke toko bukunya.” muncul seorang namja imut dari balik pintu sebuah kamar dengan pajangan ‘Ming Kyu’. Bibirnya mengerucut imut menandakan Ia sedang sebal.

“Hehe… Mainhae, Minnie. Tadi Hyung sempat bertemu Jaejoong ditaman.” Leeteuk terkekeh melihat Sungmin yang sedang manja padanya itu. Sungguh, adik kandungnya itu benar-benar imut.

“Memang Kyuhyun kemana, Hyung? Dia bilang akan menemanimu tadi.” Kibum berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya.

“Eung? Kyuhyun? Molla.” Sungmin mempoutkan bibirnya lucu. Ia masih sebal karena orang yang dibicarakan memang tak terlihat sedari tadi. Saat Ia mencoba menghubungi, HP nya tak aktif. Menyebalkan~

“Jangan mempoutkan bibirmu seperti itu, Bunny Ming. Membuatku ingin memakanmu saja.”

Seorang namja tiba-tiba saja nyelonong masuk dengan senyum evilnya. Ia langsung saja memeluk Sungmin dari belakang. Mengeratkan pelukannya menyalurkan rasa rindunya yang membuncah. Kata-katanya tadi membuat siempunya tubuh makin mempoutkan bibirnya itu.

“Kyuhyun jelek!”

“Aku tampan, Ming. Dan jangan mempoutkan bibirmu begitu atau…” Kyuhyun membalikkan badan Sungmin. Mendekap Bunny-nya itu dari depan. Seringai kecil muncul dibibirnya itu.

“Eung? Atau apa?” Sungmin memiringkan kepalanya. Polos~

“Atau aku benar-benar memakanmu, Ming.”

CHUU~

Kyuhyun mengecup singkat bibir pouty yang sedari tadi sudah menggodanya itu.

Blussh~

Sungmin yang sedang berblushing ria, kemudian mendekap Kyuhyun dan menenggelamkan kepalanya ke dada Kyuhyun. Berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat itu dari sang namjachingu.

“Ukh, nae Bunny neomu kyeopta..” Kyuhyun hanya tersenyum melihat kelakuan Bunny tercintanya itu. Sungguh, Ia benar-benar sayang pada Sungmin melebihi apapun di dunia ini.

Leeteuk yang sedari tadi melihat telenovela secara live itu hanya tersenyum angel. Ia juga bahagia melihat dongsaengnya itu bahagia bersama Kyuhyun. Sedangkan Kibum? Dunianya hanya buku buku buku dan buku…

“Oh ya Hyung. Kau bilang tadi bertemu dengan Jae Hyung? Apa dia masih memikirkan si culun itu?” Kyuhyun mengambil duduk di sofa singgel dan memangku bunny-nya itu. Kemudian mengalihkan pandangannya pada Leeteuk didepannya.

“Namanya bukan ‘culun’ chagi. Tapi Yunho. Jung Yunho.” sela Sungmin membenarkan kalimat Kyuhyun.

“Nde, nae Bunny. Ish,” Cup- kembali Kyuhyun mencium pipi embem milik Sungmin. Ia benar-benar gemas melihat kelakuan Sungmin yang sangat polos.

“Nde. Dia terlihat sangat kepikiran dengan Yunho. Semua sekolah sudah membicarakannya dan Yunho. Mengukuhkan mereka berdua menjadi rival.”

“Sungguh Jae Hyung itu sangat perfectsionist. Mungkin saja jika dia kalah dari Yunho nanti, dia bisa-bisa menjadi gila.” Kyuhyun berucap seenak jidatnya. Tapi mungkin Ia benar. Salahkan saja Jaejoong yang terlalu perfect. Semua yang ada padanya harus sempurna tanpa lecet sedikitpun.

“Aku hanya takut. Dia bilang ingin sedikit memanfaatkan rasa suka Yunho padanya. Apa dia ingin menggoda Yunho?”

“Mwo? Menggoda?” Sungmin dan Kyuhyun sontak mengernyitkan dahi mereka. Mereka hanya berfikir, seorang Kim Jaejoong sang flower boy mau menggoda seorang namja culun yang berstatus sebagai rivalnya? Oh My God !

“Aku hanya takut dia terkena tulahnya..”

“Dia sudah terkena tulahnya,Hyung. Jae Hyung suka dengan Yunho.” Kibum menyela dari aksi diamnya sedari tadi. Ternyata Ia juga menyimak perbincangan para sahabatnya itu.

“MWO? Suka?” serentak mereka bertiga berteriak kaget. Membuat Kibum sontak menutup telinganya itu.

“Dari mana kau tau, Bummie?” tambah Sungmin untuk meyakinkan.

“Sangat jelas terlihat, Hyung.” Kibum kembali menundukkan kepalanya, mulai berkutat dengan buku tebalnya itu. Seakan tak peduli dengan ekspresi tiga orang sahabatnya itu yang masih saja shock dengan pernyataannya.

“Tunngu saja.”

.

Angin yang bertiup lembut ini menggugurkan daun-daun kering dari ranting pohon. Membuatnya jatuh berserakan diatas kulit terluar bumi yang beralaskan bentangan rerumputan hijau.

Kenikamatan alam seperti ini ternyata tak di sia-siakan oleh seseorang. Terlihat seorang namja sedang duduk di sebuah kursi panjang yang terletak di bawah pohon ini. Mencoba menikmati hembusan angin yang menyejukkan. Menyibukkan dirinya dengan membaca buku yang terlihat sangat tebal ini. Disini, Ia mencoba mencari ketenangan, di taman belakang sekolahnya.

Ia terus bergumam tak jelas. Membenarkan letak kacamatanya yang sedikit turun karena posisi wajahnya yang terus menunduk. Sesekali keningnya berkerut karena belum sepenuhnya mencerna bahasa dari buku tebal dengan sampul hitam itu. Matanya terus bergerak zig-zag mengikuti alur membacanya.

Terlihat dari name tag nya ‘Jung Yunho’ , namja itu terus saja menikmati kesunyian dan ketenangan yang tercipta ini. Sampai,

Srett.. Brukk..

Tiba-tiba buku tebal itu ditarik seseorang dan di buangnya buku hitam itu ke bagian kursi lain di samping Yunho. Yunho yang mendapat perlakuan tiba-tiba itu hanya bisa terkejut. Diangkatlah wajah culun itu dan Ia benar-benar terkejut saat mengetahui siapa yang menarik bukunya itu.

“J-jae…”

Si empunya nama kini memamerkan senyum manisnya itu. Membuat namja di depannya itu melongo dan mengerjapkan matanya karena terlalu kaget dan terpesona dengan bibir semerah cherry itu melengkung ke atas. Menampakkan senyum terindah dan tercantik yang selama ini tersembunyi di balik sikap dingin dan acuh dalam dirinya.

“Wa-waeyo, Jae? Ada masalah?” Yunho kembali bertanya dengan rasa gugup karena melihat Jaejoong hanya diam.

Jaejoong hanya menggeleng, kemudian mengambil duduk di sebelah Yunho rapat tanpa jarak. Sedangkan Yunho hanya sibuk bernegosiasi dengan hatinya mencoba mencari tau kenapa Jaejoong berlaku aneh padanya. Apa Jaejoong masih marah karena kejadian kemarin sore? Ia sungguh tak sengaja.

“Yun, aku ingin bicara padamu. Boleh?” Jaejoong mecoba bertanya pada Yunho yang masih saja sibuk dengan pikirannya. Jaejoong memiringkan kepalanya mencoba memasang tampang aegyo-nya.

Yunho menoleh sedikit dengan gugup. Apa benar ini bukan mimpi? Jaejoong memasang aegyo di depan matanya? “N-nde.”

“Eump, aku dengar kau berhasil mendapat nilai A++ di beberapa pelajaran yah? Dan katanya banyak seonsaengnim yang memujimu. Bahkan banyak seonsaengnim itu bilang kau adalah saingan beratku. Iya?”

“N-nde.” Yunho hanya bisa mengangguk. Jujur Ia sedikit gugup dengan arah pembicaraan Jaejoong ini.

“Kau juga sudah tau kalau aku, Kim Jaejoong, seorang flower boy Shinki High School yang selalu menjadi yang terbaik selama ini kan?” Jaejoong mulai mendekatkan wajahnya pada Yunho. Dengan sengaja Ia menghembuskan wajahnya ke telinga Yunho di samping kanannya itu.

“Ukh, n-nde.”

“Yang terbaik akan selalu menjadi yang terbaikkan, Yunho-ssi?”

“N-nde.”

“Eump, kau tau dua minggu lagi ada ujian percobaan, kan?”

“Nde.”

“Dan kau juga tau kalau nilai ujian akan di umumkan di papan pengumuman secara paralel, kan?”

“Nde.”

Jaejoong mulai menyeringai kecil. Ia kembali menghadap kedepan sama seperti Yunho. Kemudian meletakkan kepalanya ke bahu Yunho. Bersandar nyaman di bahu itu.

“Yunho-ah. Aku dengar kau selalu mencuri pandang padaku saat dikantin sekolah. Apa itu benar, humm?”

“Mwo? J-jae..” Pertanyaan frontal ini membuat Yunho kaget dan gugup. Menjadi bertambah gugup karena kini Jaejoong menghadapkan wajahnya pada Yunho. Dagunya yang bersandar dibahu Yunho, membuat wajahnya sangat dekat dengan wajah Yunho.

“Eump, apa Yunnie suka dengan Joongie?” senyum manis terukir di bibir merah itu. Jaejoong mulai merangkulkan tangannya ke lengan Yunho. Sungguh, mereka seperti seorang kekasih yang sedang bermanja-manja. Kekeke…

“Mwo? A-apa yang K-”

“Jawab saja, Yunnieeee~” Jaejoong mengeluarkan Puppy Eyes Attack-nya.

“Ukh, N-nde.”

“Hihi, gomawo Yunnie.” Jaejoong menengadahkan kepalanya sambil memamerkan mata doe indah itu. Mengerjap pelan menimbulkan aegyo yang sungguh tiada tanding. “Eump, Yunnie. Yunnie taukan kalu cinta itu butuh pengorbanan?”

“Nde.”

Jaejoong kembali meletakkan kepalanya untuk bersandar di bahu Yunho. Jaejoong menurunkan rangkulannya untuk saling menautkan kedua telapak tangan itu. Pas~

“Yunnie bilang Yunnie cinta sama Joongie. Berarti Yunnie mau berkorban buat Joongie?”

“N-nde.” Yunho menjawab dengan ragu-ragu. Masih mencoba berpikir mengapa Jaejoong berlaku seperti ini padanya.

“Bagaimana kalau Yunnie mengalah dengan Joongie saat ujian percobaan besok yah? Ayolah~”

“Mwo? Mianhae. Aku ti-tidak bisa.” Yunho benar-benar tak habis pikir. Jaejoong memintanya untuk mengalah? Seorang Jaejoong tengah memohon pada Yunho? Maldo andwae!

“Mwo? Ayolah, yunnie.. Kalau Joongie tak menjadi nomor satu, Joongie bisa mati.”

“Shireo, Jae.”

“Aish, Kau ini! Percuma saja, padahal aku sudah susah-susah merayumu, sekarang kau tak mau mengalah padaku? Berani membantahku, eoh?”

Jaejoong sudah sangat sebal sekarang. Sungguh, tindakan Ia merayu Yunho sudah menurunkan harga dirinya yang setinggi langit. Dan sekarang apa? Yunho langsung saja menolak permintaannya itu. Jaejoong sungguh menyesal dengan kelakuannya ini. Benar-benar memalukan. Bagaimana jika seluruh isi sekolah tau, eoh?

“K-kau harus berusaha sendiri, Jae.”

“Kau! Kau mengejekku? Kau mau bilang aku tak bisa bersaing secara sehat, eoh?”

“Bu-buk-”

“Baiklah, aku terima tantanganmu, Yunho-ssi. Lihatlah, aku pasti tetap menjadi yang terbaik.” Jaejoong berdiri dari duduknya dan menatap Yunho tajam. Ia terlihat sangat kesal dengan Yunho. Tapi entah bagaimana, sebuah smirk kemudian muncul di bibir cherry itu.

“Dan hadiahnya, jika aku menjadi peringkat pertama dan mengalahkanmu kau harus menuruti semua permintaanku selama seminggu. Begitu pula sebaliknya. Otte?”

“B-baiklah.”

“Huh, oke. Tunggu dua minggu lagi, Yunho-ssi. Dan kau akan menjadi pembantuku selama satu minggu penuh.”

Dan Jaejoong mulai melenggang pergi dari taman ini meninggalkan Yunho sendiri. Sedangkan Yunho hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan semena-mena Jaejoong padanya. Childish~

T.B.C

Wajib Review

Huwaaaaaaa… gimana ff nya readerdeul?

Enak gak? *lho? =.=

Halah, jangan pikirin author yang udah sha to the rhap ini yak..

Sekarang kalian wajib review yah..

Yang mau review entar author kasih tau rahasia sesuatu deh…

Ok ok ok…

FF Lovey Dovey 1 | YUNJAE | YAOI


Title : Lovey Dovey Yunjae

Cast

YUNJAE

and another hidden couple.

Disclaimer

Yunho milik Jaejoong. Jaejoong milik Yunho.

Warning

Ejaan Yang kurang Disempurnakan (EYkD). YAOI. BL. MalexMale. Typo(s).

Don’t Like Don’t Read my Fic. Okay?

Genre : Romance, Drama, GaJe.

Rating : T/T+

Summary :

Sang Perfectsionist harus mengakui ‘kehebatan’ sang Nerd Boy.

Apakah sang Flower Boy akan mengakuinya? | “Masih belum mengakuinya, Jae?” . “Lupakan!” | YUNJAE YAOI

Bagaimana kisah selengkapnya?

Check this out! Enjoy🙂

\(0.0\) YUNJAE (/ . )/

Seorang namja dengan perawakan mungil itu melirik sebuah jam tangan elegan yang bertengger manis di tangan kanan nya. Ia tengah bersandar pada sebuah mobil sport berlogo kuda jingkrak warna merah yang tadi di kendarainya menuju tempat ini. Manik doe nya memandang sebuah bangunan megah yang menjulang tinggi di depan nya.

Ia mulai beranjak dari sandarannya. Kemudian, sedikit memiringkan badannya mengahadap kaca spion mobil nya. Ia sedikit merapikan rambut hitamnya yang tak tertata rapi. Sukses menambah kesan cool pada dirinya itu. Ia juga merapikan dasi yang bertengger di lehernya. Kemudian mengulas sedikit senyum tipis di bibir cherry nya itu.

“Seperti biasa, kau yang terbaik Kim Jaejoong.” Ucapnya pada dirinya sendiri dengan smirk andalannya.

Ia kembali menegakkan badannya. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku masing-masing dan mulai melangkah memasuki gedung yang diketahui sebagai tempat belajar nya selama dua tahun ini. Ia melangkahkan kakinya dengan santai tetap dengan gaya cool yang selama ini melekat pada dirinya.

Beberapa siswa-siswi yang sedang berseliweran di koridor maupun lapangan sekolah pun nampak meliriknya. Seakan-akan dunia berhenti sesaat karena kedatangan namja manis itu.

Bahkan, banyak diantara mereka, terang-terangan menghentikan aktifitasnya dan berdiri mematung memandang namja berperawakan mungil tersebut. Menikmati pemandangan indah di pagi hari yang benar-benar menyegarkan mata. Setidaknya untuk penambah semangat pagi.

Banyak juga sebagian dari yeoja-yeoja itu yang berteriak histeris. Mungkin karena terlalu tergila-gila oleh namja imut itu.

“Ish, jinjja! Oppaaaaa…”

“Jaejoong opppaa.. saranghae…”

“Oppaaa, Oppa jadilah pacarku!”

“Huwoo.. Aku padamu Oppa..”

“Oppaa, neomu neomu saranghaeeee…”

Dengan tak menghiraukan tatapan-tatapan tajam bahkan teriakan para yeoja centil yang memekakkan telinganya, Ia terus berjalan sembari berkonsentrasi dengan iPhone yang kini berada dalam genggaman nya. Yang Ia inginkan saat ini hanya satu, segera bertemu dengan teman-temannya.

.

“YA! Teuki Hyuuung!” seru seorang namja yang dengan tiba-tiba menerjang dan merangkul seorang namja angel dari belakang saat sedang berjalan menuju kantin.

“Huwaaaaaaaaaaa…” seru namja beraura angel tadi kaget dengan kelakuan namdongsaengnya itu. Ia berteriak karena saking kagetnya dengan kelakuan jahil dongsaeng nya itu.

“Huahahahahahaha…” gelak tawa lolos dari namja yang sengaja mengagetkan Leeteuk tadi. Ia terpingkal karena ekspresi lucu Hyungnya.

“Dasar monyet! Kau mengagetkanku saja! Hobi sekali kau ini.”

“Hehe, habis Hyung lucu sih kalo di kagetin.”

Cengiran terus muncul dari bibir namja monyet yang di ketahui bernama Eunhyuk itu. Ia melepas rangkulannya itu dan berjalan berdampingan dengan Leeteuk untuk menuju kantin tetap dengan cengiran khasnya.

“Ish, dasar monyet.”

“Pagi Leeteuk Hyung.” sapa seseorang lainnya yang tiba-tiba berjalan berdampingan dengan mereka berdua.

Leeteuk menoleh ke sumber suara, kemudian menebarkan angels smilenya saat mendapati salah satu dongsaengnya yang lain itu berjalan dengan tetap membaca buku. Wajah datar menghiasinya.

“Pagi, Bummie.” kibum terus berjalan dengan ekspresi datar.

“Hei, Kibum Hyung. Kalau jalan lihat depan dong. Kesandung baru tau rasa!” keluh Eunhyuk saat melihat Hyungnya itu yang terlalu cinta bukunya.

Kibum memberikan Death Glare nya pada namja monyet tadi karena Ia merasa terusik dengan perkataan itu. Memang apa salahnya dengan kegiatan membaca? Toh membaca itu menambah wawasan ilmu loh..

Sedangkan Eunhyuk? Eunhyuk yang merasa mendapat tatapan tak mengenakkan itu hanya menapakkan Gummy Smile nya dan tatapan -mari berdamai Hyung- kepada Kibum.

“Sudah-sudah.” Leeteuk mencoba menengahi acara tatap-tatapan antara dua dongsaenya itu. “Sekarang kita duduk dimana?”

Kibum dan Eunhyuk akhirnya melepaskan tatapan mereka berdua. Menengadahkan kepalanya mencoba mencari tempat untuk mereka duduk dikantin ini. Memang sih masih pagi, tapi kenapa kantin penuh? Apa mereka semua juga senasib dengan mereka bertiga? -Tak sempat sarapan-

“Teuki Hyung. Kibum Hyung. Hyukkieeee~ disini!” seru seseorang tiba-tiba dari arah meja pojok kantin ini. Dengan senyum fishy-nya Ia melambaikan tangannya kepada ketiga sahabatnya itu. Meminta mereka untuk bergabung.

“Fishyyyyy~” Eunhyuk segera berlari menuju meja itu dengan diikuti kedua Hyungnya tadi, Kibum dan Leeteuk mengekor dibelakangnya.

Eunhyuk segera menerjang ke pelukan Donghae. Donghae pun menerimanya dan membalas pelukan namja tersayangnya itu, dan jangan lupakan senyum fishy nya yang bisa membuat semua yeoja tersepona.

“Hyukkie, bogoshipo.” rengek Donghae sambil terus memeluk erat namjanya itu.

“Nado..” Eunhyuk dan Donghae masih saja berpelukan. Mengungkapkan rasa rindu yang membuncah setelah lama tak bertemu. Terakhir bertemu… kemarin sore, sewaktu Donghae mengantar Eunhyuk pulang ke rumah. Kekeke..

“Ehem, ehem. Dunia milik berdua yang lain ngontrak deh~” saeorang namja evil bergumam sinis melihat aksi HaeHyuk barusan. Donghae yang sedikit terusik dengan perkataan namja evil bernama Kyuhyun tadi mengalihkan wajahnya. Memberi tatapan sinis pada dongsaeng kurang ajar itu.

“Aish, Kyu. Mengganggu saja! Ayo baby Hyukkie duduk.” Donghae menarik tangan Eunhyuk untuk duduk disampingnya. Membuat Eunhyuk sedikit Blushing dengan kelakuan manis namjachingu nya itu.

“Pagi Teuki Hyung.” sapa Kyuhyun ramah. Mencoba tak menghiraukan kelakuan Donghae pada Eunhyuk yang menurutnya -lebay- itu. Membuatnya iritasi saja.

“Pagi, Kyu.” Leeteuk membalas sapaan dongsaengnya itu dengan senyum teduhnya. Membuat orang disana ikut tersenyum lembut menyambutnya.

“Sopan sedikit padaku, Kyu. Aku lebih tua darimu. Panggil aku Hyung!” sahut Kibum masih dengan membaca bukunya itu.

“Ish, lupakan.”

Kibum yang hanya mendesis menanggapi ucapan Kyuhyun. Kibum langsung saja mengabil posisi duduk di dekat Eunhyuk dan kembali berkutat dengan bukunya. Tak lupa, bakpau yang kini memenuhi mulutnya itu. Kibum hanya tersenyum simpul saat melirik HaeHyuk yang masih saja romantis.

“Eh Hyungdeul. Apa kalian tau?” ujar Kyuhyun tiba-tiba.

“Tau apa Kyu?” sahut Leeteuk dan menolehkan kepalanya menghadap dongsaengnya itu.

“Eumm, apa kalian sudah dengar ada murid baru di kelas 12-5?”

“Mwo? Murid baru?” Donghae mengalihkan perhatiannya kepada Kyuhyun. Sedikit tertarik dengan berita yang dibawa oleh dongsaeng evil nya itu. Begitu juga dengan Eunhyuk yang kini ikut memperhatikan Kyuhyun.

“Nde. Murid baru. Dan katanya sih dia sangat pintar.”

“Apa kepintarannya dapat mengalahkanku?” seru seseorang yang tiba-tiba menyahut obrolan Kyuhyun cs. itu.

Brukk

Namja tadi menjatuhkan tubuhnya diatas kursi di samping Leeteuk. Langsung saja mencomot bungkusan bakpau yang ada di depannya. Kemudian memakannya dengan lahap. Ia bahkan sama sekali tak memperdulikan tatapan aneh dari kelima namja yang berstatus sebagai sahabat dekatnya itu.

“Aku tanya, apa kepintarannya dapat mengalahkanku, Hemm?” Namja yang diketahui sebagai Flower Boy Shinki High School ini seakan mencemooh orang yang dibicarakan oleh shabatnya tadi.

Kelima sahabatnya itu hanya diam saja. Tak bisa membalas perkataan Jaejoong -namja tadi- yang memang tak bisa mereka jawab. Mereka memang belum tau apakah kemampuan anak baru itu dapat mengalahkan sahabatnya itu.

Memang selama ini, tak ada seorang pun yang bisa mengalahkan kejeniusan seorang Jaejoong. Ia juga pemilik IQ tertinggi di sekolah ini. Jika benar anak baru itu dapat mengalahkan Jaejoong, maka Ia benar-benar jenius.

“Jangan meremehkannya, Hyung.” Kibum yang sedari tadi diam mencoba angkat bicara. Ia hanya takut jika Jaejoong sang Flower Boy jatuh dengan perkataannya sendiri.

Jaejoong seakan tak mengindahkan perkataan salah satu dongsaengnya itu. Ia masih saja asyik dengan bakpau yang kedua dalam mulutnya itu. Ia sangat yakin bahwa tak akan ada orang yang bisa mengalahkan kejeniusannya. Jikalaupun ada, Jaejoong pasti tak akan tinggal diamkan?

“Heuh, sudahlah.”

Jaejoong beranjak dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kantin, setelah sebelumnya berteriak pada bibi penjaga kantin bahwa Ia telah mengambil 2 bakpaunya.

Jaejoong melangkah meninggalkan tatapan melongo semua sahabatnya kecuali Kibum itu. Mereka hanya heran betapa pesona seorang Jaejoong sang Flower Boy yang benar-benar dingin dan angkuh, tak pernah berubah sedikitpun.

Sang Flower Boy melangkah dengan santai dan menibukkan diri dengan iPhone di tangannya. Tak mengindahkan tatapan dari para siswa lain yang memandangnya dengan tatapan lapar. Jaejoong tetap mempertahankan aksen cool pada wajahnya itu. Sampai,

Brukk

Jaejoong mundur beberapa langkah saat tak sengaja ditabrak oleh seorang namja. Namja itu terlihat membawa banyak sekali buku-buku sampai-sampai menutupi jalan dari jangkauan retina matanya.

“Ukh, bukuku..”

“Aishh, kalo jalan pake mata dong!” seru namja cantik kita –Jaejoong.

Jaejoong yang sedang tak mood ini melotot sinis pada namja yang tadi menabraknya. Bibir cherry nya mengerucut dan wajahnya pun terlihat merah, menandakan bahwa Ia benar-benar marah sekarang.

Sedangkan, namja yang tadi tak sengaja menabrak uri Jaejoongie seakan tak menyadari bahwa sang Flower Boy sedang marah karenanya. Namja itu malah sedang asyik memunguti buku-buku tebalnya yang tadi berserakan karena terpelanting. Ucapan Jaejoong hanya dianggap angin lalu oleh namja ini. Itu semua membuat Jaejoong mendengus sebal. Baru kali ini ada orang yang mengacuhkan seorang Flower Boy yang tiada tanding, Kim Jaejoong.

“Huh, mwoya? Kau mengacuhkanku culun?” ucap Jaejoong sinis kepada namja yang masih berjongkok didepannya itu. Keadaan ini membuat Jaejoong dan namja tadi menjadi pusat perhatian seluruh siswa di kantin sekolah mereka itu.

Jaejoong dengan seenak hatinya memanggil namja tadi dengan sebutan –culun-. Hei, tapi itu memang benar kok, lihatlah penampilannya. Kalian pasti juga akan setuju dengan perkataan Jaejoong kok.

Lihatlah, namja dengan perawakan tinggi itu mengenakan kemeja dengan kancing yang di pasang sampai ujung teratas. Dasi yang di pakainya juga seperti akan menjerat lehernya saja karena saking ketatnya. Bajunya juga Ia masukkan ke dalam celananya yang agak kurang panjang itu. Apalagi rambutnya yang klimis dan disisir sangat rapih itu. Ia juga tadi membawa banyak buku tebal yang semakin memperdalam kesan culunnya.

Bagaimana? Apa kalian sependapat dengan Jaejoong dan Author kalau mengatakan bahwa namja itu culun? Bagus🙂 #plakk

“Ish, hei kau culun!” Jaejoong berteriak kesal karena namja culun tadi tak menghiraukan perkataannya.

Sontak teriakan sang Flower Boy mengambil alih perhatian seisi kantin. Semua siswa seakan tertarik dengan kejadian menarik apa lagi yang akan menjadi top line berita sekolah kali ini. Terbukti dengan tatapan intens mereka semua pada uri Jaejoongie. Leeteuk cs. yang melihat sahabatnya itu bersitegang dengan seseorang segera menghampirinya.

“Sabar Hyung. Dia tak sengaja.” ujar Eunhyuk mencoba menenagkan Hyung nya itu. Tapi kelihatannya percuma saja. Jaejoong masih saja memelototi namja culun tadi.

“Cih, beraninya kau!” Jaejoong kalap dan langsung mengangkat kerah kemeja namja culun tadi. Ia sudah terbakar emosi atas kelakuan namja culun di depannya ini.

“Sudah Jae. Jangan emosi.” kali ini Leeteuk yang mencoba menasehati dongsaengnya itu.

“Mi-mian-nhae..” Namja culun itu terus menunduk tak berani menatap sang Flower Boy kita.

Jaejoong yang mendengar cicitan itu hanya mendengus sebal. Tapi Ia juga merasa sedikit lega dan tertawa dalam hati, Ia kira namja culun tadi akan melawannya. Heuh..

“M-mianhae. A-aku tak se-sengaja.” Namja culun itu terus mencicit yang masih dalam kuasa Jaejoong.

“Cih, dasar culun!” Jaejoong yang sudah merasa jengah dengan penampilan namja culun itu segera menghempasakan kerah kemejanya. Jangan lupa posisi Jaejoong yang mencengkram kerah kemejanya si culun yang mengakibatkan posisi mereka cukup dekat. Membuat iritasi saja.

Brukk

Namja culun itu terhempas ke lantai bersama tumpukan buku-bukunya tadi. Ia masih saja menunduk. Jaejoong hanya tersenyum sinis melihat namja culun itu tak berkutik. Dan tiba-tiba,

“Hyuuuuuuuuuuung. Omo! Gwencahanayo?” seru seorang namja jangkung nan cungkring yang langsung berlari menuju namja culun tadi. Ia terlihat kaget dengan keadaan namja culun yang diketahui sebagai Hyungnya terududuk dilantai dengan buku-buku yang berserakan.

“Nde, min.”

Namja cungkring bernama Changmin tadi segera membantu namja culun itu untuk berdiri. Diambilnya juga beberapa buku tebal itu untuk sekedar membantu beban Hyungnya itu. Senyum tipis tersungging di bibir keduanya.

Setelah itu muncul lagi dua orang namja yang mengikuti namja jangkung tadi dari belakang. Para siswa yang lain bungkam seribu bahasa yang membuat keadaan kantin semakin sunyi dan panas.

Bagaimana tidak jika yang datang adalah musuh besar Jaejoong. Dua kubu berlawanan arah ini bertemu dengan cara yang begitu special. Hei, apa hubungannya Namja culun itu dengan musuh Jaejoong?

“Kim Jaejoong! Apa yang kau lakukan?” seru namja salah satu namja dari kubu musuh dengan aura marahnya. Namja itu menggetakkan giginya tanda bahwa Ia sangat marah kali ini.

“Park Yoochun. Memang apa urusanmu? Cih, mengganggu saja.” Jaejoong mendecih. Dan jangan lupakan tampang mencemoohnya pada namja didepannya itu. Membuat Yoochun semakin naik pitam.

“Mwo?” Yoochun kalap dan menarik kerah kemeja Jaejoong. Membuat Jaejoong terhuyung mendekat pada Yoochun.

“Shit! Sebenarnya apa maumu, Hah?” Jaejoong mengumpat tak suka dengan perlakuan Yoochun padanya itu.

“KAU-”

Yoochun hampir saja melayangkan bogem mentah nya. Namun sebuah suara menginterupsi nya. Suara lembut seseorang yang dapat menurunkan emosinya seketika.

“Chunnie. Sudahlah ayo pergi saja. Kasihan Yunho Hyung.” Namja bernama Junsu yang sedari tadi berada disamping Yoochun itu menggenggam bahunya. Ia terlihat malas dengan acara bersitegang seperti ini. Ia juga tak mau ambil resiko di skorsing karena berkelahi di area sekolah.

“Ck, ingat Kim Jaejoong. Urusan kita belum selesai.”

Yoochun, Junsu, Changmin, dan namja culun tadi mulai berjalan meninggalkan Jaejoong dengan wajah merah karena marah. Jaejoong juga belum mengerti apa hubungan antara namja culun tadi dengan musuh bebuyutannya itu.

“Hyung..” ucapan Donghae menginterupsi kegiatan Jaejoong yang masih saja melototi rombongan Yoochun cs. yang hampir tak terlihat itu.

“Cih, menyusahkan saja!” Jaejoong mengumpat tak jelas. Masih saja rasa penasaran, kesal, aneh, semuanya bercampur aduk dibenaknya.

“Hyung, apa kau tahu siapa dia?” Kyuhyun mengernyit heran tentang siapa status namja culun itu. Sama seperti yang ada dibenak semua sahabatnya itu.

“Ani.”

“Sudahlah..” Leeteuk lagi-lagi menengahi keadaan aneh ini.

Mereka baru saja akan melangkahkan kaki menuju kelas. Mencoba tak terlalu ambil pusing dengan kejadian tadi. Tapi tiba-tiba sebuah suara menginterupsi mereka.

“Hyung, dia anak baru itu.” sela Kibum yang sedari tadi diam. Ia menyimpan buku yang dibacanya sedari tadi.

Jaejoong menolehkan kepalanya menuju sumber suara. Jaejoong sedikit mengernyit, tak mengerti dengan perkataan Kibum barusan. Anak baru?

“Omo! Jadi dia anak baru itu?” seru Eunhyuk dan Kyuhyun kompak. Sedangkan Leeteuk dan Kyuhyun hanya melongo tak jelas.

Mereka hanya terlalu kaget dengan perkataan Kibum. Jadi, namja culun itulah yang akan menjadi rival Jaejoong? Yakin?

Kibum menganggung, “Eumm, dia Yunho. Jung Yunho.”

Jaejoong melangkahkan kakinya lagi meninggalkan kantin dan meninggalkan para sahabatnya itu. Muncul seringaian tipis di bibir cherry itu. Membuat semua orang bergidig ngeri melihatnya. Mereka semua tahu, setelah ini pasti ada pertarungan besar antara dua kubu besar itu.

‘Oh, jadi dia anak baru itu? Membuatku iritasi saja. Ok, Jung Yunho, terima pembalasaku. Cih,”

T.B.C

Wajib Review

Huwaaaaaaa… gimana ff nya readerdeul? Saya REPOST!

Enak gak? *lho? =.=

Halah, jangan pikirin author yang udah sha to the rhap ini yak..

Sekarang kalian wajib review yah..

Yang mau review entar author kasih tau rahasia sesuatu deh…

Ok ok ok…

FF Lovey Dovey Prolog | YUNJAE | YAOI


Title : Lovey Dovey Yunjae

Cast

YUNJAE

and another hidden couple.

Disclaimer

Yunho milik Jaejoong. Jaejoong milik Yunho.

Warning

Ejaan Yang kurang Disempurnakan (EYkD). YAOI. BL. MalexMale. Typo(s).

Don’t Like Don’t Read my Fic. Okay?

Genre : Romance, Drama, GaJe.

Rating : T/T+

Summary :

Sang Flower Boy yang Perfectsionist harus mengakui ‘kehebatan’ sang Nerd Boy.

Akankah sang ia akan mengakuinya? Ataukah Ia akan menyangkalnya? | YUNJAE YAOI

Bagaimana kisah selengkapnya?

Check this out! Enjoy🙂

\(0.0\) YUNJAE (/ . )/

! PROLOG !

“Seperti biasa, kau yang terbaik Kim Jaejoong.” Ucapnya pada dirinya sendiri dengan smirk andalannya.

“Ish, jinjja! Oppaaaaa…”

“Jaejoong opppaa.. saranghae…”

“Oppaaa, Oppa jadilah pacarku!”

“Huwoo.. Aku padamu Oppa..”

“Nde. Murid baru. Dan katanya sih dia sangat pintar.”

“Apa kepintarannya dapat mengalahkanku?”

“Cih, dasar culun! beraninya kau!”

“M-mianhae. A-aku tak se-sengaja.”

“Sudah Jae. Jangan emosi.”

“Ck, ingat Kim Jaejoong. Urusan kita belum selesai.”

“Eumm, dia Yunho. Jung Yunho.”

“Nde. Yunho memang anak yang sangat pintar dan juga sopan. Dia sangat penurut. Benar-benar siswa teladan.”

“Yunho memang saingan berat Jaejoong. Mungkin saja Jaejoong akan tersaingi olehnya. Yunho bahka lebih cekatan ketimbang Jaejoong.”

“Kim Jaejoong sebentar lagi akan ada ujian. Kau harus serius belajar!”

“Sudah selesai bicaranya, Kim Seonsaengnim?”

“Dasar kutu buku. Jalan saja sampau terjatuh seperti itu.”

“Urusan kita belum selesai Kim Jaejoong. Sekali lagi aku melihat kau mengganggu Yunho Hyung, maka tunggu apa yang bisa kulakukan untuk menghancurkanmu!”

“Dasar pelacur kecil.”

“J-jaehh ohhh-phahhh… Eunghhh.. Umphhh…”

“Mi-mianhae, J-jae. A-aku be-benar benar tak s-senga-ja.”

TBC.

Annyeonghaseyo…

Huwaaaaaaaaaaaa, YUNJAEEEEEEEE ! *cipokin para shipper*

Gimana sama FF yang diatas. Sebenernya sih ini Re-Post. Hehehe X)

Keep or Delete ?

REVIEW WAJIB !

FF Sweet Ice Cream YUNJAE | YAOI


Title : Sweet Ice Cream

Cast

YUNJAE

and another hidden couple.

Disclaimer

Yunho milik Jaejoong. Jaejoong milik Yunho.

Warning

Ejaan Yang kurang Disempurnakan (EYkD). YAOI. BL. MalexMale. Typo(s).

Don’t Like Don’t Read my Fic. Okay?

Genre : Romance, Drama, GaJe.

Rating : T/T+

Summary :

Sebuah kotak persegi panjang dengan ukuran kecil itu kini terbuka tutupnya.

Menampakkan olahan benda berwarna pink, lembut, dan dingin.

Dapat dikelompokkan dengan jenis makanan karena semua orang biasanya akan berujar, “Makan Ice Cream!”

“Wooooaaaaah~ Ice cream.. Eumph…”

 

 

Check this out! Enjoy🙂

 

 

 

\(0.0\) YUNJAE (/♥.♥)/

 

 

 

 

Derap langkah sepasang kaki menggema pelan saat sepasang sepatu yang tersemat itu beradu pelan dengan kerasnya lantai. Seorang namja dengan perawakan tinggi tengah berjalan diantara lorong itu. Pembawaannya yang tenang dan dingin menjadi nilai plus dimata yeoja manapun. Hanya menatap kedepan dan sedikit seringai kecil di bibirnya.

 

Sampai pada ujungnya, lorong sekolah yang sedari tadi sunyi kini menjadi riuh karena derap langkah siswa-siswi yang keluar dari kelas. Mereka berlari dan rela berdesakan. Dengan sekuat tenaga menyusupkan badan diantara siswa lainnya. Dan berteriak kegirangan layaknya orang gila saat mereka berhasil, walau sekedar memandang sang Pangeran Sekolah.

 

“Kyaaaaaaaaaaaaa, Yunhooooooo oppaaaaaaaaaaaaaaaaa~”

 

“Oh, menikahlah denganku yunhoooooo~”

 

“Yunhooo, saranghaeee…”

 

Sang namja dengan status Pangeran Sekolah yang bernama lengkap Jung Yunho itu hanya diam tak acuh. Terus melangkah dan mencoba menghiraukan para monster yang sedang mengerubunginya itu. Sampai Ia berhenti didepan lokernya yang kini terlihat menjijikkan baginya itu.

 

Loker nomor 13. Semua loker berwarna hijau tua. Begitupun loker miliknya. Tapi, sepintas ada yang berbeda dari loker nomor 13 itu. Lihatlah lokernya yang kini didominasi oleh warna pink. Banyak sekali surat cinta yang tertempel disana. Banyak juga bunga mawar yang tersemat di sampingnya. Dasar monster aneh~

 

“Cih..Monster..”

 

Masih saja kedatangannya menggemparkan seisi sekolah. Bahkan, kini volume jumlah siswa aka monster yang mengerumun semakin bertambar dari sebelumnya. Mencoba untuk terus acuh, Yunho terus saja melangkahkan kakinya menuju kelas.

 

Segera meresqeu diri sendiri dengan sengaja berlari menuju ke dalam sebuah ruangan dan segera menguncinya. Ternyata ruangan ini kosong. Hanya ada beberapa kanvas dengan goresan cat yang belum selesai.

 

Yunho menjejlakan bokongnya dan segera meraih ponsel untuk kemudian jemarinya sibuk memainkan keypad. Dan para monster tadi masih saja berkerumun didepan pintu ruang seni itu.

 

=yunjae=

 

Plop_

 

Sebuah kotak persegi panjang dengan ukuran kecil itu kini terbuka tutupnya. Menampakkan olahan benda berwarna pink, lembut, dan dingin. Dapat dikelompokkan dengan jenis makanan karena semua orang biasanya akan berujar, “Makan Ice Cream!”

 

Sang pelaku pembuka tutup kotak Ice cream kini hanya menampakkan matanya yang berbinar-binar. Plum cherry-nya melengkung keatas dan tersenyum manis. Sepasang Doe-eyes itu hanya mengerjap pelan. Apakah Ice cream itu benar-benar menarik untuknya? Dan apakah Ia benar-benar namja? Ekspresi cantiknya membuatku meragukannya.

 

“Wooooaaaaah~ Ice cream.. Eumph…”

 

Ia memejamkan matanya doenya saat satu sendok Ice cream itu sudah lumer di mulutnya. Terlihat Ia sedang meresapi betapa nikmatnya rasa dingin dan nikmat dari Ice cream yang dilahapnya itu. Ia kembali menyendokkan Ice cream dengan volume yang lebih besar. Terus menikmatinya sampai dering dari ponsel disakunya menginterupsi kegiatannya.

 

“Ish, mengganggu saja.”

 

Bibirnya yang belepotan mengerucut imut. Ia tidak suka jika kegiatannya makan Ice cream diganggu. Tapi setelah melihat pesan itu, Ia segera menutup Ice creamnya dan bangkit dari duduknya. Melangkahkan kaki kecilnya untuk keluar dari kantin dengan tak lupa membawa kota Ice cream ditangannya.

 

Terus berjalan untuk kemudian menghentikan langkahnya pada radius 10meter dari tujuannya. Memutar kedua bola matanya karena merasa bosan dengan peristiwa yang sudah hampir setiap hari dilihatnya itu.

 

Terpantau oleh sepasang Doe itu, bahwa sekitar ratusan siswa yang didominasi oleh yeoja itu sedang berkerumun didepan sebuah pintu ruangan. Terlihat sekali mereka sedang ‘fangirling’ karena dari tempatnya berdiri terdengar jelas teriakan-teriakan aneh mereka semua.

 

Menghela nafas untuk memantapkan diri. Melangkah pasti dan kemudian ikut menyusupkan badan mungilnya diantara monster untuk mencoba meraih pintu ruangan itu.

 

=yunjae=

 

Tok- tok- tok-

 

“Yunnieeeee~”

 

Wajah Yunho terangkat saat sebuah ketukan kasar pada pintu kaca ditambah suara nyaring dari sang pelaku pengetuk pintu itu terdengar. Sesaat bibirnya tersenyum senang. Berubah 180derajat menjadi cemas saat Yunho melihat kini namja itu malah tergencet diantara ratusan monster itu. Ia segera melangkah cepat menuju pintu dan membukanya. Segera menarik tangan itu lembut.

 

“Gwenchanayo, boo? Apa ada yang sakit?”

 

Tak mengindahkan pertanyaan Yunho, Boo aka Jaejoong malah melepas genggaman tangan itu.

 

“Ish, Yunnie mengganggu. Padahal Joongie sedang makan Ice cream.”

 

“Jinjja? Mianh-”  Brukk

 

Belum sempat Yunho menjawab pernyataan Jaejoong, dirinya sudah terlempar untuk duduk disebuah kursi karena terdorong oleh para monster yang berhasil masuk itu.

 

Puluhan siswi yang berjulukan monster itu terus memenuhi ruang seni. Mengerubungi Yunho yang berstatus Pangeran sekolah. Berdesakan demi melihat sang idola. Membuat Jaejoong terdorong ke depan dan menciptakan jarak yang jauh antara dirinya dan sang namjachingu-Yunho.

 

“Kyaaaaa, neomu kyeopta oppaaa…”

 

“Ukh, ini hadiah untukmu. Semoga kau senang oppa..”

 

“Oppa, aku bawakan bekal. Nikmatilaaaaah!”

 

“Oppaaaaa, kau sangat tampaaan..”

 

“Seharusnya kau milikku Yuuuun..”

 

Jaejoong kembali memutar kedua bolamatanya malas. Bosan sekali Ia melihat pemandangan namjanya yang sedang dikerubungi monster-fans Yunho-nya. Lebih baik Ia menghabiskan Ice cream-nya dari pada harus memandangi Yunho yang sedang tersenyum dipaksakan untuk sedikit menghargai para monster itu.

 

“Ukh, Ice cream. Yummieeee~”

 

=yunjae=

 

Yunho mengumpat dalam hati. Ia benar-benar sudah pegal terus duduk dikursi ini. Bahkan, bel tanda pelajaran dimulai sudah berbunyi sekitar setengah jam yang lalu. Tapi apa? Bahkan para siswa monster itu volumenya tak berkurang sedikitpun. Ia benar-benar lelah. Dan yang terpenting, Ia benar-benar ingin merengkuh Boojae-nya untuk saat ini.

 

“Ish,”

 

Sedangkan disisi lain. Pout-an bibir Jaejoong semakin maju saja. Matanya kini memandang tajam kepada pusat kerumunan para monster itu. Ia memandang tidak suka, cemburu, iri, dan bosan sekaligus karena kelakuan para monster yang sudah dilihatnya lebih dari setengah jam yang lalu. Bahkan, Ice creamnya sudah habis sejak 20 menit yang lalu. Hell, tak ada lagi yang dapat mengurangi rasa bosannya diruangan ini.

 

“Ish, jinjja. Yunnie masih sibuk dengan monster-monster itu. Aku lelah. Aku mau ice creeeeaaaam~”

 

Jaejoong menurunkan bokongnya daei meja guru yang sedari tadi menjadi tempat duduknya. Menghentakkan kakinya kesal dan benar-benar memandang tak suka pada kerumunan monster itu. Untuk kemudian nekat menerobos para monster dan -HUP- ia kangsung saja menjejalkan bokongnya dipangkuan Yunnie-NYA.

 

“Omo! Kau mengagetkanku, boo~”

 

Yunho mendelik kaget saat Jaejoong tiba-tiba menyembul diantara kerumunan dan langsung saja duduk dipangkuannya. Sayangnya kelakuan frontal Jaejoong tak mengehntikan aksi para monster untuk menggoda Yunho. Segera saja Ia terkikik geli saat menyadari bagaimana bibir pouty kekasihnya itu mengerucut sebal. Ia dapat memastikan bahwa Jaejoong-NYA kini tengah kesal dan sudah lelah melihat para monster itu.

 

“Oh, Nae Joongie rupanya sudah lelah. Lebih baik kalian semua pergi !”

 

Hanya dengan satu kalimat dengan bonus penekanan dan tatapan tajam itu saja, semua para siswa-siswi monster langsung saja berhamburan. Mereka semua sangat patuh dengan apa ucapan sang Idol. Kenapa tak sedari awal saja mereka semua pergi dan membiarkannya berdua saja dengan Jaejoong? Ish,

 

Sepeninggal para monster dari ruang seni itu kini hanya menyisakan mereka berdua -Yunho dan Jaejoong. Yunho hanya tersenyum lembut saat menyadari Jaejoong masih saja mempout-kan bibir cherry-nya itu. Ia menyusupakan kedua tangannya di pinggang Jaejoong untuk memeluk Boojaenya dari belakang. Menyandarkan kepalanya ke pundak Jaejoong untuk dapat melihat secara jelas wajah manis kekasihnya itu.

 

“Kesal eoh?”

 

Yunho berujar lembut. Kedua tangannya mengusap lembut kedua tangan lembut Jaejoong yang ada dalam genggamannya yang turut memeluk dirinya sendiri. Dirasa tak ada jawaban, Yunho melepas pelukannya itu. Memberi isyarat Jaejoong untuk berdiri dan menghadapnya. Untuk kemudian, dipangkunya badan mungil kekasihnya itu untuk menghadapnya. Jadilah mereka terlihat sangat romantis sekarang.

 

“Waeyo nae sarang? Kenapa mempoutkan bibirmu terus? Lelah hum?”

 

Jaejoong tak mengindahkan ucapan Yunho. Ia melepaskan tautan tangan Yunho terhadap kedua tangannya. Untuk kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher Yunho dan segera menyusrukkan kepalanya ke leher Yunho, mendekapnya.

 

Seperti sebuah naluri, tanpa jawabanpun Yunho tahu kalau Jaejoong benar sedang kesal dan lelah sekarang. Ia hanya mengeratkan pelukan Jaejoong terhadapnya. Mengusap lembut punggung Jaejoong yang hangat untuk sekedar memberi ketenangan baginya.

 

Untuk 5menit kedepan, tetap saja hening yang menyelimuti. Sampai Jaejoong menginterupsinya,

 

“Yunnie~”

 

“Hum..”

 

“Yunnie wangi. Joongie suka~”

 

Seperti sebuah kembang api baru saja meletus dikepalanya, Yunho cengo mendengar perkataan Jaejoong. Apa katanya tadi? Wangi? Joongie selalu bertindak aneh akhir-akhir ini. Tapi tak apalah, yang membuat Yunho suka karena akhir-akhir ini juga Jaejoong bertambah manja padanya. Jaejoong suka sekali meminta pangku padanya. Jaejoong juga suka posisi seperti ini. Dimana Ia dapat menyusrukkan kepalanya keleh Yunho dan menghirup sepuasnya harum tubuh Yunho dan sesekali menciumi leher jenjang itu.

 

“Nae Joongie ingin sesuatu?”

 

Jaejoong mepaskan pelukannya. Matanya berbinar cerah sekarang. Sepertinya Ia sangat tertari dengan ucapan Yunho barusan.

 

“Eump, Joongie ingin Ice cream, Yunnie~”

 

“Ice cream, eoh? Boleh. Asal dengan satu syarat.”

 

“Eoh? Syarat? Apa?”

 

Yunho tersenyum manis sembari menempelkan telunjuk Jaejoong di bibir sexy-nya itu, “Poppo..”

 

Untuk sebuah Ice cream yang sangat menggiurkan didalam benaknya, tanpa ba-bi-bu Jaejoong langsung saja mencium Yunho telah di bibirnya. Menghadirkan seringai kecil di ujung bibirnya.

 

Yunho menarik tubuh Jaejoong mendekat. Menciptakan 0cm jarak antara dirinya dengan namjanya itu. Mengeratkan pelukan kedua tangannya yang berada dipinggang Jaejoong-nya. Yang secara otomatis, Jaejoong mengalungkan kedua tangannya untuk memperdalam ciumannya.

 

“Eunggghh~”

 

“Yun-eunghhhhh~hhh…”

 

“Eumphh.. Cpkkkhhhh~”

 

Desahan Jaejoong lolos untuk beberapa kali. Membuat Yunho terus saja meningkatkan intensitas ciumannya. Hingga hampir saja hilang kendali pikiran saat Yunho berhasil menyusupkan kedua tangannya ke dalam kemeja Jaejoong. Sempat juga Ia berniat menyetubuhi Jaejoong sekarang. Apalagi ini disekolah. Bisa gawat kalau dia ketahuan menyetubuhi seorang namja diruangan ini. Sangat tak elite.

 

Plop~

 

Pipi Jaejoong serasa mendidih saat menyadari betapa Yunho akan menyetubuhinya tadi. Dari ciumannya, Jaejoong tahu kemana tahap selanjutnya akan terjadi. Tapi kenapa Yunho tiba-tiba melepas ciumannya? Eits, mengharap eoh???

 

Yunho benar-benar harus hati-hati mulai sekarang. Ia tak mau lagi kelepasan. Ia harus mengerti bagaimana keadaan Jaejoong sekarang. Ia harus paham dan tak boleh egois.

 

“Ukh, mianhae nae sarang. Gwencahana??”

 

Tanpa menjawab, Jaejoong mengangguk imut. Tersenyum manis untuk mewakili jawaban bahwa Ia benar-benar baik-baik saja. Sejauh ini, tak ada yang mengganjal dengan dirinya.

 

“Yunnie, Joongie mau Ice cream~”

 

Sebuah pernyataan keluar dari celah bibir pouty yang sudah sangat merah dan bengkak itu. Yunho tersenyum lembut menanggapinya. Tangannya mengusap pipi Jaejoong lembut. Untuk kemudian, tangannya turun dan mengusap lembut perut rata Jaejoong dengan penuh kasih sayang.

 

“Ok. Ice cream akan segera datang untuk Eomma dan Aegya~”

 

 

 

 

E.N.D

 

 

Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa, gimana ff nyaaaaaaaaaaaaaaa?????????????

MIANHAMNIDA saya ucapkan karena udah lama banget gak bisa update ff.

Sebenernya sih semua ff udah ada chapter selanjutnya, tapi masih belum siap publish.

Iu’ lagi sibuk persiapan UAS inih.. Mianhaeeeeee~

Paru Gaia


Paru Gaia

 1

Awal Chaos kekosongan raga tanpa daya

Kuasa Erebus kegelapan menelusup dan membahana

Membekap akal dan menjamah asa nista

Merobek paksa lapisan tipis putihnya sebuah nama

Titan Tinanid dunia tak kuat menahan rasa

Tiada gaya sekedar meronta

Nemesis memandai rantai takdir aroganisme jiwa

Mengubur keshalehan para Eusebeia

Diam

Tanpa suara

Melangkah hampa dalam kungkungan Anadeifaia

Alam suci ternoda pekatnya dosa

Jiwa-jiwa terikat menyelubungi indah alam nyata

Vital paru dunia terlalap bara aresta

Berburu alamiah enggan menggembala

Menggerogoti duri-duri memperdalam luka menganga

Hujami alam dengan panah sang Enyo kehancuran

Terus

Tanpa lelah

Ancaman magma larva Tartarus seakan tak berguna

Jiwa-jiwa lapar

Haus

 

Hitam pekat mencemari nadi arteri rasa

Tandaslah sudah indah pesona sang Kharites di dunia

Gaia Terra remuk tertancap panah jiwa yang buta

Zeus Jupiter angkara

Demeter tak lagi memberikan kesuburan pertaniannya

Langit dunia tak lagi biru seiring dengan Sang Ether yang tak sanggup lagi berpijak

Sang Emera siang yang tak lagi berseri cemerlang sewajarnya

Akhoilis tak mampu lagi memberikan sinar bulannya

Tak sanggup lagi sang Herse menyambut Titan Titanid dengan embun paginya

Sang Chaelus tak lagi mampu menyelimuti langit dengan jubah birunya

Tak sanggup lagi sang Pontus untuk membentangkan jubahnya menutupi sebagian permukaan bumi

Lelahnya Amor sang  dewi cinta untuk memberi benih kehidupan

Gaia menangis

Zeus menangis

Aku menangis

Tuhan pun mungkin menangis

Putihnya salju meleleh dihantam semburan naga merah

Kembalilah!

Sucikan alam ini kembali

[Trans Twitter] 05·10·2013 FT_FANCLUB (Jonghun)


PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

Trans: Setelah Music Core di Yongam! FTISLAND melakukan sesi fansign di Lotte Sinema Gwangju!! kami publikasikan tampilan leader Jonghun yang bekerja keras selama fansign^^

Source: @FT_FANCLUB
Trans: @FTIndonesia (http://primindo.wordpress.com)

Posted from WordPress for Primadonna Indonesia

Lihat pos aslinya

[Trans Twitter] 09·10·2013 FNC_ENT (Hongki) (Ost. Inheritors)


PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

Trans: 9 Oktober siang hari, 1st Ost. SBS drama ‘The Inheritors’, karakter utama! FTISLAND main vokal Lee Hongki ‘Tell You What’ sudah dirilis di situs-situs musik resmi! (♪Kalian dapat menikmati Tell You What sekarang juga di situs-situs musik resmi.)

Source: @FNC_ENT
Trans: @FTIndonesia (http://primindo.wordpress.com)

Posted from WordPress for Primadonna Indonesia

Lihat pos aslinya

[Trans Twitter] 16·10·2013 Seunghyun (@chungxuan)


PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

Trans: “@puyutsu: @chungxuan Angin topan sampai ke Sapporo. Dan aku kena flu. Dari pagi perut sakit. Seunghyun baik-baik saja? Aku cuti kerja..ㅡ Topan benar-benar bukan angin sepele.. semoga semua akan mampu melewatinya dengan baik ㅠ.ㅠ..

Source: @chungxuan
Trans: @FTIndonesia (http://primindo.wordpress.com)

Posted from WordPress for Primadonna Indonesia

Lihat pos aslinya

[Trans Twitter] 16·10·2013 Hongki (@skullhong)


PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

Trans: RT @KakiPirana @skullhong @FtGtJH @chungxuan @FtDrMH1111 #JeaJin : Ayo ngerock bersama-sama! Primadonna Malaysia menunggu kalian .. Anak-anak! http://twitter.com/KakiPirana/status/390455328103350272/photo/1 come on!!!!
730c8884jw1dztrt0qflrj

Source: @skullhong
Trans: @FTIndonesia (http://primindo.wordpress.com)

Posted from WordPress for Primadonna Indonesia

Lihat pos aslinya

[Trans Twitter] 16·10·2013 fncmusicjapan (FTISLAND Zepp Tour)


PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

Trans:【FTISLAND】Konser Zepp Fukuoka hari ini sudah selesai dengan sukses! Para member tampak senang karena sudah lama tidak ke Fukuoka. Terima kasih untuk kalian yang sudah datang! Selanjutnya di Shizuoka akan menjadi satu-satunya konser Hall pada tur kali ini!!

Source: @fncmusicjapan
Trans: @FTIndonesia (http://primindo.wordpress.com)

Posted from WordPress for Primadonna Indonesia

Lihat pos aslinya

[Trans Twitter] 01·11·2013 Hongki (@skullhong)


PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

Trans: RT @skullhong RT @ftislanna2 @skullhong Oppa, Primadonna juga akan datang mendukungmu saat acara Nail Awards wkwkwk Cuman Oppa yang datang? Kami berharap seperti konser ♣︎ㅡ Datanglah semua

Source: @skullhong
Trans: @FTIndonesia (http://primindo.wordpress.com)

Posted from Primadonna Indonesia for Primadonna Indonesia

Lihat pos aslinya

[News] FTISLAND Memberikan Surprise Halloween Saat Konser Zepp Tour


PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

FTISLAND memberikan surprise Halloween saat konser Zepp Tour.

730c8884jw1dztrt0qflrj

FTISLAND memberikan surprise Halloween untuk penonton saat mereka melakukan Zepp Tour.

Pada 28 Oktober, FTISLAND menggelar konser di Nagoya (Zepp Nagoya) dan memberikan surprise untuk fans mereka dengan sebuah pertunjukkan Halloween. Mereka mengenakan kostum Halloween dan memberikan kejutan kepada fans.

Tahun ini juga merupakan tahun ke 6 FTISLAND sejak debut di tahun 2007 silam dan mereka ingin bernostalgia dengan masa lalu mereka dan menunjukkan seberapa jauh mereka telah ada.

Mereka membawakan lagu-lagu dari 6 tahun mereka sebagai sebuah grup dan bersenang-senang dengan fans mereka.

Dulu mereka juga pernah tampil di ZEPP saat mereka masih band indie dan sangat antusias bisa kembali tampil dipanggung ini lagi. Mereka membawakan total 19 lagu di konser tersebut dan melelehkan hati para fans.

730c8884jw1dztrt0qflrj

730c8884jw1dztrt0qflrj

Credit: kpopstarz + topstarnews + Terjemahan Bahasa Indonesia: primindo

Posted from Primadonna Indonesia for Primadonna Indonesia

Lihat pos aslinya

GLOSITIS


GLOSITIS

KHANZA SKIN CARE

BAB I

PENDAHULUAN

 

Lidah merupakan salah satu organ penting pada tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi. Lidah memiliki peran dalam proses pencernaan, mengisap, menelan, persepsi rasa, bicara, respirasi, dan perkembangan rahang. Lidah dapat mencerminkan kondisi kesehatan seseorang sehingga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kesehatan oral dan kesehatan umum pasien.

Lidah dapat mengalami anomali berupa kelainan perkembangan, genetik, dan enviromental. Penyakit-penyakit lokal dan sistemik juga mempengaruhi kondisi lidah dan menimbulkan kesulitan pada lidah yang biasanya menyertai keterbatasan fungsi organ ini. Lesi pada lidah memiliki diagnosa banding yang sangat luas yang berkisar dari proses benigna yang idiopatik sampai infeksi, kanker dan kelainan infiltratif. Bagaimanapun, lesi lidah yang terlokalisasi dan non-sistemik lebih sering dijumpai.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. A.    Pengertian Lidah

Lidah merupakan massa jaringan pengikat disusun otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa. Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas…

Lihat pos aslinya 2.756 kata lagi

Kelalaian Medik


Dampak Kelalaian Tenaga Kesehatan, Warning!

My Medical World

Profesi dokter merupakan sebuah profesi yang menjalankan tugas kemanusiaan yang berkecimpung dalam suatu bidang yang tidak seluruhnya jelas. Ilmu kedokteran adalah gabungan antara sains dan dan seni (science and art) yang kematangannya diperoleh dari pengalaman dan perhatian yang seksama. Dokter harus bekerja dalam situasi ketidakpastian dan berdasarkan kepada ilmu pengetahuan yang telah dipelajari serta pengalaman yang diperoleh selama menjalankan praktek. 1

Cara bekerja dokter dalam menangani seorang pasien antara mungkin dan tidak pasti karena tubuh manusia bersifat kompleks dan tidak dapat dimengerti seluruhnya. Kini kedua disiplin yang tertua, yaitu Hukum dan Medis mau tidak mau harus bergabung (bukan meleburkan diri) tetapi bekerjasama dalam suatu bidang aliansi antara hukum dan medis dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip dan asas-asas masing-masing disiplin. Kedua disiplin saling membutuhkan, Medik membutuhkan Hukum untuk pembelaan dirinya terhadap tuntutan dugaan malpraktik medik. Pihak Hukum membutuhkan profesi Medik untuk bisa bekerja dalam bidang yang tidak dikuasainya dan yang juga dibutuhkan…

Lihat pos aslinya 3.509 kata lagi

Maksud Ma’shum


Ma’shum Rasulullah 2

didik suyadi

Syaikh Shalih bin Fauzan Abdullah Al Fauzanhafidzahullah ditanya :

Pertanyaan : Syaikh yang mulia, semoga Allah memberi kebaikan kepadamu. Apa pendapatmu terhadap orang yang berkata : Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ma’shum (dijaga) dari kesalahan apa yang beliau sampaikan dari Rabbnya (wahyu), jadi maksud ma’shum ini dikaitkan dengan apa yang beliau sampaikan dari Rabbnya ?

Lihat pos aslinya 173 kata lagi

MA’SHUM menurut Al-Quran


Ma’shum Rasulullah

ISLAM

Dahulu saya respek ketika Syiah mengkritisi doktrin yang diciptakan oleh Ahlussunah perihal kata “shohabat“ yang menurut doktrin Ahlussunnah shohabat itu semuanya mukmin dan adil.

Dengan mengutip ayat-ayat AL-Quran, Syiah berhasil membuktikan bahwa kata “shohabat” itu dipakai di AL-Quran dengan pengertian umum, sehingga ada shohabat yang kafir dan ada yang mukmin.

Dengan penjelasan yang Qurani tersebut bahkan dapat dilihat bahwa Nabi Muhammad itu merupakan shohabat dari orang kafir (7:184).

Namun anehnya Syiah sendiri tidak mau mengkritisi terhadap doktrin yang mereka ciptakan tentang Imamah. Kata mereka Imam itu ditunjuk oleh Allah, tidak mungkin berbuat salah, mengetahui yang ghoib dll. Padahal kalau kita gunakan cara yang sama dengan yang Syiah lakukan terhadap Ahlussunnah ketika mengritisi kata shohabat, di dalam AL-Quran-pun kata Imam adalah juga kata yang umum dipakai dalam konteks Imam untuk orang kafir (9:12, 28:41) ataupun Imam untuk orang mukmin (2:124, 21:73, 25:74, 11:17, 46:12).

Dalam kasus doktri MA’SHUM, yang merupakan topik…

Lihat pos aslinya 348 kata lagi

4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh


4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh

Agus Nizami

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Al Ahzab 21]

Nabi Muhammad memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Nabi seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Mudah-mudahan dengan memahami sifat-sifat itu, selain kita bisa terhindar dari mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, kita juga bisa meniru sifat-sifat Nabi sehingga kita juga jadi orang yang mulia.

Lihat pos aslinya 1.401 kata lagi

Jangan Sembarang Memasang Kawat Gigi


Dentistry : Bracelet ?

dentistrymolar

Pembaca sekalian pasti sudah sangat tidak asing dengan istilah  behel. Behel atau bracket dalam dunia kedokteran gigi  juga dikenal sebagai Kawat Gigi adalah alat yang digunakan dalam perawatan ortodontik yang membantu menyelaraskan dan meluruskan gigi dan membantu posisi  geligi pada posisi ideal di mana gigi atas dapat menggigit gigi bawah dengan sempurna. Behel  atau  bracket merupakan alat ortodontik cekat yang sering juga dengan peralatan ortodontik lain untuk membantu memperluas langit-langit mulut atau rahang dan sebaliknya membantu dalam membentuk gigi dan rahang.

Lihat pos aslinya 837 kata lagi

[News] FTISLAND Akan Sangat Sibuk Dengan Special Album & Konser di Korea, juga Zepp Tour di Jepang


FT ISLAND concert

PRIMADONNA INDONESIA (인도네시아 프리마돈나)

730c8884jw1dztrt0qflrj

FTISLAND baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan merilis album Korea terbaru mereka, sebuah album spesial yang berisi lagu-lagu baru ciptaan mereka sendiri.

Album ini akan dirilis tanggal 23 September, lima hari sebelum konser mereka yang bertema FTHX yang berarti FTISLAND & THANKS, dimaksudkan untuk berterima kasih kepada fans setia mereka yang selalu terus mendukung mereka.

Konser ini akan digelar di Olympic Park, Seoul. Tiket bisa dibeli di Yes24, setelah periode singkat penjualan tiket yang diprioritaskan untuk Primadonna Official selesai.

Selama mereka hiatus dari panggung musik Korea selama kurang lebih setahun, mereka fokus beraktivitas di Jepang, dan juga mempunyai project individu di Korea dan Jepang.

Setelah sukses dengan Tur Arena Musim Panas, FTISLAND akan melakukan konser Zepp Tour di Jepang, antara lain di kota Hokkaido, Osaka, Fukuoka, Shizuoka dan Aichi pada awal Oktober nanti. Kemungkinan akan bersamaan dengan masa promosi album baru mereka di korea. 

Source: kpopstarz
Trans + Edit :…

Lihat pos aslinya 7 kata lagi

Writing a World of Whimsy: Young Adult Author Claire Legrand


Writing a World of Whimsy

WordPress.com News

Periodically, we share stories of WordPress.com users doing awesome things, from blogger David McRaney snagging his second book deal to memoirist Susan Morrison bringing her mother’s World War II-era diaries to life. Today, meet Claire Legrand — a young adult author of fantasy, paranormal, and science fiction worlds — who also makes WordPress.com her online home.

Lihat pos aslinya 1.631 kata lagi